Sunday, 20 June 2021

Teori Pembangunan Wilayah - Teori Interaksi Wilayah

Posted by de Fairest at 20:24 0 comments

 Perkembangan wilayah tidak berjalan serentak, ada yang berkembang pesat namun ada pula yang berjalan lambat. Perkembangan wilayah ini terkait dengan interaksi antar wilayah. Beberapa komponen yang mempengaruhi interaksi wilayah antar alain adalah jumlah penduduk, jarak dan jumlah jaringan jalan yang menghubungkan antar wilayah. 

Friday, 18 June 2021

Teori Pembangunan Wilayah - Teori Tiga Gelombang dari Toffler

Posted by de Fairest at 21:52 0 comments

Toffler dalam bukunya "The Third Wave" (1980) mengklasifikasikan masyarakat suatu wilayah/negara ke dalam tiga gelombang, yaitu: gelombang I, II, dan III. 

Teori Pembangunan Wilayah - Teori Rostow

Posted by de Fairest at 21:45 0 comments

 W. W. Rostow mencetuskan teori pertumbuhan ekonomi yang pada mulanya dikemukakan sebagai suatu artikel dalam Economic Journal yang kemudian dibukukan dengan judul "The Stages of Economic Growth" (1971). Diungkapkan bahwa setiap negara di dalam perkembangannya akan melalui tahapan-tahapan yang sama, yakni melalui 5 (lima) fase berturut-turut: masyarakat tradisional, prakondisi untuk lepas landas, lepas landas, gerakan ke arah kedewasaan, dan masa konsumsi tinggi. 

Teori Pembangunan Wilayah - Teori Ketergantungan (Dependency Theory)

Posted by de Fairest at 21:38 0 comments

Dalam teori ketergantungan sebenarnya ada beberapa aliran/mashab, yakni: 

  • aliran Marxis, 
  • Neo Marxis, dan 
  • non Marxis. 

Teori Pembangunan Wilayah - Control Theories

Posted by de Fairest at 21:24 0 comments

Control theories meliputi dua teori, yaitu 

  1. determinisme lingkungan alam, dan 
  2. determinisme kebudayaan (Suparmat, 1989:12). 

Pembangunan dan Pertumbuhan Wilayah - Teori Pembangunan Wilayah

Posted by de Fairest at 21:20 0 comments

 TEORI PEMBANGUNAN WILAYAH

Ada beberapa teori mengenai perkembangan wilayah yang sering digunakan sebagai model. Teori tersebut pada umumnya berdasarkan tinjauan perkembangan ekonomi beberapa negara. Untuk mengelompokkan teori-teori tersebut sangat sulit, karena banyak faktor berpengaruh yang harus dipertimbangkan, seperti periode waktu teori tersebut lahir, pijakan yang digunakan sebagai tolok ukur, dan ide yang terkandung dalam teori tersebut. 

Konsep Wilayah dan Perwilayahan - Bentuk-bentuk Persekutuan Regional

Posted by de Fairest at 21:15 0 comments

Berdasarkan beberapa kajian tentang perwilayahan dapat dikatakan bahwa suatu negara atau beberapa kelompok negara dengan berbagai ragam kenampakan yang khas, seperti struktur sosial, ekonomi, pertumbuhan, tingkat pendidikan penduduknya, tingkat ketergantungan ekonominya, dan lain-lainnya dapat disebut sebagai suatu region. Klasifikasi semacam ini sangat berguna, baik bagi pengkajian ilmiah maupun untuk kepentingan praktis, terutama bagi para perencana regional sebagai suatu bidang kegiatan yang sangat vital. 

Konsep Wilayah dan Perwilayahan - Klasifikasi Wilayah

Posted by de Fairest at 04:50 0 comments

Ada beberapa istilah yang di Indonesia mempunyai pengertian yang serupa dengan konsep wilayah, seperti: divisi, distrik, zone, realm, bentang lahan, dan lain-lainnya. 

Wilayah merupakan bagian dari permukaan bumi yang mempunyai persamaan-persamaan tertentu, yang dapat dibedakan dari wilayah sekitarnya. Semula penggolongan wilayah hanya didasarkan pada ciri-ciri alamiah saja (natural feature), kemudian ditambah dengan suatu kenampakan tunggal (single feature), seperti iklim, topografi, vegetasi, morfologi, dan lain-lainnya. Geographical Association (1937) mengaklasifikasikan wilayah sebagai berikut: 

Konsep Wilayah dan Perwilayahan - Konsep Wilayah

Posted by de Fairest at 04:26 0 comments

Konsep Wilayah

  • Menurut Taylor bahwa Wilayah adalah suatu daerah tertentu di permukaan bumi yang dapat dibedakan dengan daerah tetangganya atas dasar kenampakan karakteristik yang menyatu. 
  • Menurut Rustiadi bahwa wilayah adalah unit geografis dengan batas-batas spesifik tertentu di mana komponen-komponen wilayah tersebut satu sama lain saling berinteraksi secara fungsional.
Batasan wilayah tersebut tidak selalu dengan kenampakan fisik dan pasti, melainkan bersifat dinamis. 
 

de Social Copyright © 2012 Design by Antonia Sundrani Vinte e poucos