Monday, 2 January 2017

Permintaan

Posted by de Fairest at 05:52
Disekitar tahun 2005 sampai 2006, Indonesia dikejutkan oleh beberapa peristiwa yang luar biasa, Pertama, kasus flu burung yang telah memakan lebih dari 200 korban jiwa. Keberadaan kasus flu burung ini menimbulkan kekhawatiran tersendiri bagi masyarakat untuk mengkonsumsi daging ayam. Dan harga ayam saat itu juga sempat mengalami penurunan. 

Kasus lainnya adalah beredarnya daging sapi "gelonggongan" di pasar, yaitu daging sapi yang diperoleh dari sapi yang dimasukkan selang dan kemudian diisikan air secara paksa ke dalam perutnya agar dagingnya menjadi lebih berat. Konsumsi daging sapi sempat menurun pula karena adanya isu ini. Jadi sebernarnya, hal apakah yang dapat kita lihat dari dua kasus tersebut? Mengapa harga daging ayam dan daging sapi dapat mengalami penurunan?


Jika ditelaah lebih lanjut, masalah yang terjadi dalam kasus flu burung dan daging sapi "gelonggongan" tidak lain berbicara mengenai masalah permintaan dan penawaran. Permintaan dan penawaran ini berasal dari dua pihak yang berbeda. Permintaan berasal dari konsumen dan penawaran berasal dari produsen.

Mengapa permintaan dan penawaran menjadi dua hal penting bagi kita untuk memahami apa yang terjadi dalam suatu pasar? Dalam pasar, kedua penjual dan pembeli ini saling berinteraksi. Dengan memahami permintaan dan penawaran beserta faktor- faktor yang dapat mempengaruhinya, kita dapat mengetahui bagaimana suatu permintaan dan penawaran dapat menciptakan sebuah sistem harga dalam suatu pasar.

PENGERTIAN PERMINTAAN (DEMAND)

Pertama-tama, mari kita bahas teori tentang permintaan dengan meneliti perilaku pembeli di dalam pasar. Yang dimaksud dengan gemiintaan adalah jumlah barang atau jasa yang ingin dan mampu dibeli oleh konsumen, pada berbagai tingkat harga, dan pada periode tertentu.

Dari definisi di atas, ada dua kata yang menjadi dasar pengertian permintaan. Pertama, konsumen ingin memiliki benda pemuas kebutuhan, dan yang kedua konsumen memiliki kemampuan untuk memperolehnya. Jika kedua hal tersebut terpenuhi, berarti yang terjadi di sini adalah permintaan efektif, di mana konsumen ingin dan mampu membeli benda pemuas kebutuhan tersebut.

Terkadang, seseorang mengalokasikan pendapatan yang diterimanya untuk dikonsumsi dan ditabung. Dengan demikian, ia harus membuat prioritas barang apa yang akan ia beli saat ini, agar uang yang dikonsumsi dan ditabung jumlahnya seimbang. 

Jika orang tersebut memilih untuk menabungkan uangnya sekarang dan merencanakan pembelian barang yang diinginkannya minggu depan, maka yang teijadi adalah permintaan potensial. Dalam permintaan potensial ini, seseorang memiliki kemampuan untuk membeli, namun ia menunda atau belum melakukan pembelian akan barang yang diinginkannya. Bagaimana jika seseorang ingin  memiliki suatu barang tetapi tidak memiliki uang untuk membelinya? Berarti, permintaan orang tersebut merupakan permintaan absurd, di mana permintaan tersebut tidak diiringi dengan kemampuan membayar.

Kita telah membahas bahwa pada dasarnya setiap orang memiliki kebutuhan yang berbeda. Ada banyak hal yang mempengaruhi munculnya kebutuhan tersebut, seperti adat istiadat, 1 agama dan kepercayaan, alam dan peradaban. Sebagaimana kebutuhan, permintaan setiap konsumen tidaklah sama. Faktor apakah yang menentukan permintaan seseorang terhadap suatu barang 1 atau jasa? Marilah kita pelajari faktor-faktor tersebut berikut ini.


FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERMINTAAN

Supaya lebih mudah, mari kita fokuskan pada satu macam benda dahulu. Anggaplah barang yang kamu sukai itu adalah bakso, di mana dalam sebulan kamu memakannya empat kali. Meskipun demikian, mungkin saja tidak akan selamanya kamu membeli baksofl empat kali dalam sebulan. Ada banyak hal yang mempengaruhi permintaanmu. Dan jika kamu ditanya apakah kamu akan menggantikan konsumsi bakso itu dengan barang lain, mungkin kamu akan menjawabnya dengan menuliskan satu atau lebih hal berikut ini. 

Harga

Katakanlah harga normal bakso Rp 3.000 per mangkuk. Lalu karena terjadi kelangkaan daging sapi di Indonesia, harga daging sapi melonjak. Pada akhirnya harga satu mangkuk bakso melonjak menjadi Rp 5.000 per mangkuk. Menghadapi hal ini, apa yang akan kamu lakukan? Kemungkinan besar kamu akan mengurangi konsumsimu. Dari empat mangkuk bakso sebulan, mungkin kamu hanya akan makan tiga atau dua.

Atau bagaimana bila pemerintah Indonesia memperbolehkan impor daging sapi besar-besaran sehingga di pasar tersedia banyak daging sapi? Karena tersedia banyak bahan baku, dapat dipastikan harga bakso ikut terpengaruh dan menjadi turun. Dari Rp 3.000 per mangkuk, bisa jadi harga bakso turun menjadi Rp 2.000. Bagaimana sikapmu menghadapi hal ini? Kemungkinan besar kamu akan membeli lebih banyak bakso.

Karena jumlah barang yang diminta menurun ketika harga meningkat, dan jumlahnya meningkat ketika harga menurun, maka dapat kita katakan bahwa jumlah barang yang diminta berhubungan negatif dengan harga. Hubungan jumlah barang yang diminta dengan harga seperti ini tidak hanya berlaku untuk bakso saja, namun juga berlaku untuk sebagian besar barang dan jasa dalam perekonomian. Karena kenyataan inilah maka hal ini disebut sebagai hukum permintaan (the law of demand). Ini berlaku dengan catatan bahwa faktor-faktor lainnya dianggap tidak berubah atau tetap.

Tinggi-rendahnya perubahan permintaan juga tergantung dari jenis barang kebutuhan. Barang kebutuhan pokok tidak terlalu terpengaruh oleh perubahan harga, sementara barang kebutuhan sekunder atau barang mewah sangat peka terhadap adanya perubahan harga. Hal ini akan lebih jelas pada pembahasan tentang elastisitas permintaan.

Pendapatan 

Tidak dapat dipungkiri bahwa pendapatan merun kan salah satu faktor yang mempengaruhi permintaan. Bila kamu mendapat tambahan uang dari orangtuamu, apakah yang apa kamu lakukan? Kemungkinan besar kamu akan membeli lebih banyak bakso. Permintaanmu akan bakso mungkin meningkat dari empat mangkuk sebulan menjadi enam mangkuk sebulan.

Mengapa hal ini terjadi? Mudah saja menjelaskannya. Jika kamu mempunyai pendapatan yang lebih tinggi, berarti kamu mempunyai uang yang lebih banyak untuk dibelanjakan. Itu berarti permintaan mungkin juga akan lebih tinggi.

Pendapatan seseorang memang sangat berpengaruh terhadap permintaan barang di pasar. Seseorang yang berpendapatan tinggi tidak begitu berpikir soal tinggi rendahnya harga karena bagi mereka uang bukanlah masalah besar.

Sebaliknya, mereka yang berpendapatan rendah harus berpikir berulang kali untuk membeli barang meskipun kadang-kadang secara umum harga barang dikatakan murah. Mereka sangat sensitif terhadap harga. Perubahan harga yang kecil saja dapat menjadi pertimbangan mendalam bagi mereka dan membuat mereka memilih produk lain. Jadi tidak heran kalau banyak pedagang yang mengincar orang-orang yang berpenghasilan tinggi.

Harga Barang Lain yang Berkaitan

Pengaruh harga barang lain yang berkaitan terhadap permintaan bukan hanya menyangkut barang substitusi, melainkan juga komplementer. Apabila naiknya harga barang yang satu berakibat naiknya permintaan barang yang lain, kedua barang tersebut menunjukkan hubungan substitusi. Sementara itu, apabila naiknya harga barang yang satu berakibat turunnya permintaan barang yang lain, kedua barang tersebut menunjukkan hubungan komplementer. Misalnya, jumlah komputer yang diminta turun akibat naiknya harga Software; atau turunnya harga gula mengakibatkan naiknya jumlah minuman kopi yang diminta.

Sekarang mari kita mencari benda yang dapat menggantikan bakso. Mie ayam, misal¬nya. Apa yang akan terjadi pada bakso bila harga mie ayam menurun? Sesuai dengan hukum permintaan yang telah kita ketahui tadi, dengan sendirinya permintaan terhadap mie ayam juga akan meningkat. Sebagai akibatnya, kamu mungkin akan membeli lebih banyak mie ayam dibandingkan dengan bakso. Ini artinya Permintaanmu terhadap bakso menurun. Hal ini terjadi karena mie ayam dengan bakso adala barang yang hampir sama dan dapat saling menggantikan (barang substitusi). Kalau terjadi kenaikan harga terhadap satu produk, dengan mudah orang dapat pindah ke produk yang lain 

Selera Konsumen

Selera adalah salah satu faktor yang sangat kuat dalam mempengaruhi permintaan. Jika kamu sangat menyukai bakso, maka permintaanmu terhadap bakso akan tetap tinggi walaupun faktor-faktor lainnya berubah.
Berapa pun harga barang diturunkan, jika konsumen tidak memiliki selera untuk menggunakan barang tertentu, maka tidak terjadi permintaan terhadap barang tersebut. Sebaliknya walaupun harga barang tinggi, namun selera konsumen juga tinggi, maka tetap teijadi permintaan.

Perkiraan

Perkiraan terhadap situasi masa yang akan datang juga berpengaruh terhadap permintaan. Misalnya, jika kamu memperkirakan bahwa kamu akan mendapatkan banyak uang minggu depan, maka kamu tidak akan ragu-ragu untuk membelanjakan uangmu hari ini. Contoh lain, bila kamu memperkirakan bahwa harga bakso akan naik bulan depan, maka kamu akan cenderung untuk membeli banyak bakso sebelum bulan depan.

KURVA PERMINTAAN


Hukum permintaan menyatakan bahwa bila harga naik, jumlah barang yang diminta akan turun. Bila harga turun, jumlah barang yang diminta akan naik. Berdasarkan hukum di atas, kita dapat menggambarkan permintaan terhadap suatu barang dalam bentuk kurva atau grafik. Untuk menggambarkan kurva permintaan, biasanya yang digunakan sebagai tolok ukur adalah faktor ha Sementara itu, faktor-faktor lainnya dianggap tetap atau kons?' Syarat ini dikenal dengan istilah atau asumsi 'Ceteris Paribus’. 


Perhatikan contoh permintaan terhadap produk buku tulis pada gambar. Tabel ini jika digambarkan dalam bentuk kurva maka akan terlihat seperti pada Peraga. Dari bentuk kurva  dapat disimpulkan bahwa kemiringan (slope) kurva permintaan adalah negatif, yaitu bergerak dari kiri atas ke kanan bawah
Bentuk kurva yang menurun dari kiri atas ke kanan bawah menunjukkan bahwa  penurunan harga akan mengakibatkan kenaikan permintaan 
PERMINTAAN INDIVIDU DAN PERMINTAAN PASAR 

Sejauh ini kita membicarakan tentang bagaimana kurva permintaan seorang individu. Untuk menganalisis bagaimana sebuah Pasar bekerja, kita perlu menentukan adanya permintaan pasar (market demand). Permintaan pasar merupakan penjumlahan dari semua kurva individu untuk sebuah barang atau jasa tertentu. Dengan memperhatikan permintaan pasar, kita akan mampu membuat kurva permintaan pasar.

Sekarang perhatikan pada gambar. Kurva pada peraga tersebut memperlihatkan kurva permintaan pasar buku yang didapat dari penjumlahan antara permintaan Amir dan permintaan Budi. 
Permintaan Individu dan Pasar
PERGESERAN KURVA PERMINTAAN

Apabila ada perubahan pada faktor-faktor penentu permintaan yaitu faktor apapun selain dari harga, maka ini akan mengakibatkan kurva permintaan bergeser. Setiap perubahan yang mengakibatkan pertambahan jumlah permintaan pada suatu tingkat harga tertentu akan menggeser kurva permintaan ke kanan. Sebaliknya, setiap perubahan yang menurunkan jumlah permintaan akan menggeser kurva permintaan ke kiri 
Pergeseran Kurva Permintaan

0 comments:

Post a Comment

 

de Social Copyright © 2012 Design by Antonia Sundrani Vinte e poucos