Kebutuhan manusia yang satu tidak selalu sama dengan kebutuhan manusia lainnya. Hal ini terjadi karena ada berbagai perbedaan sifat, situasi, kondisi, maupun selera yang terdapat pada masing- masing manusia, masyarakat, atau negara. Faktor-faktor yang mempengaruhi kebutuhan manusia tersebut antara lain sebagai berikut.
- Kondisi Alam. Perbedaan kondisi alam yang terdapat di berbagai daerah atau wilayah menyebabkan kebutuhan masyarakatnya juga berbeda. Kebutuhan masyarakat yang tinggal di daerah tropis, misalnya, berbeda dengan kebutuhan orang yang tinggal di daerah yang memiliki berbagai macam musim. Orang yang tinggal di daerah tropis lebih senang mengenakan pakaian tipis dan terbuat dari bahan katun yang menyerap keringat. Sementara itu, orang yang tinggal di daerah seperti di Eropa dan Jepang membutuhkan pakaian tebal dan berbulu untuk menghadapi musim dingin.Begitu juga dengan kebutuhan orang yang tinggal di pantai dan orang yang tinggal di daerah pegunungan. Orang yang tinggal di daerah pantai membutuhkan kapal sebagai alat transportasi, sementara orang yang tinggal di daerah tinggi, membutuhkan sarana transportasi udara atau transportasi darat.
- Peradaban. Kebutuhan manusia meningkat seiring dengan meningkatnya peradaban. Pada zaman purba, manusia tidak mengenal kebutuhan akan komunikasi jarak jauh atau transportasi yang cepat. Karena hal yang terpenting bagi mereka adalah bertahan hidup, maka kebutuhan pada saat itu hanya terfokus pada masalah pemenuhan makan, minum, tempat tinggal, dan pakaian. Agar kebutuhan mereka dapat mereka mencari makanan dengan cara berburu dan mengumpulkan bahan makanan dari alam serta berteduh di gua-gua.
Sejalan dengan meningkatnya peradaban, manusia mulai belajar bagaimana caranya bercocok tanam, karena kebutuhan pokok manusia relatif tersedia setiap saat, manusia mulai memikirkan kebutuhan yang lain seperti hiburan.
Ilmu pengetahuan terus berkembang, manusia semakin mampu menciptakan peralatan dan teknologi yang semakin maju. Semua hasil ciptaan manusia itu pada dasarnya dirancang untuk membuat kehidupan lebih nyaman dan lebih mudah. Di milenium ketiga ini, manusia terus berkreasi menciptakan teknologi baru yang dahulu mungkin tak terbayangkan. Contoh: internet yang mampu menghubungkan banyak orang dari berbagai penjuru dunia, informasi sebanyak buku-buku di perpustakaan yang cukup disimpan di dalam sekeping CD, dan Lain sebagainya.
Perkembangan peradaban ini tidak akan pernah berhenti, dan akan selalu membawa perkembangan pada kebutuhan hidup manusia. - Agama dan Kepercayaan. Berbagai macam agama dan kepercayaan yang berbeda mengakibatkan timbulnya perbedaan kebutuhan. Sebagai contoh, orang beragama Hindu tidak akan makan daging sapi karena mereka menganggap sapi itu binatang suci. Sementara kaum muslim tidak akan makan babi karena babi dianggap haram untuk dimakan. Hal ini sangat berbeda dengan kondisi di negara-negara barat di mana tidak ada larangan untuk memakan babi. Untuk itu lebih mudah untuk menemukan makanan yang mengandung babi di negara-negara barat dibandingkan dengan negara berpenduduk mayoritas muslim. Di negara-negara mayoritas muslim, makanan mengandung babi tetap ada, namun diberi tanda khusus dan dipisahkan dari daging lainnya.
Adanya perayaan keagamaan juga menimbulkan adanya kebutuhan khusus. Menjelang hari Idul Fitri, kebutuhan akan ketupat meningkat tajam, melebihi hari-hari biasa. Sementara saat Natal semakin dekat, permintaan akan pohon Natal akan melonjak pula. - Adat-Istiadat. Masyarakat di berbagai daerah memiliki adat- istiadat dan tradisi yang berbeda. Ini menimbulkan pola perilaku dan kebiasaan yang berbeda pula, sehingga muncul berbagai macam kebutuhan, sesuai dengan kebiasaan masyarakat yang bersangkutan. Sebagai contoh, kebutuhan akan upacara tertentu seperti upacara perkawinan, kesenian tradisional, dan lain-lain. Di Madura, masyarakatnya mempunyai tradisi karapan sapi. Ritual-ritual yang berkaitan dengan agama juga bervariasi dalam berbagai masyarakat. Di Bali selalu ada upacara pembakaran mayat yang disebut ngaben.
Di berbagai belahan dunia, setiap perayaan akan meningkatkan permintaan akan barang tertentu. Perayaan Halloween, misalnya, akan membuat labu laku keras. Pada Valentine's Day, jumlah penjualan coklat akan melonjak berkali lipat dari biasanya. Begitu juga dengan perayaan Thanksgiving di Amerika Serikat, di mana seluruh anggota keluarga akan merayakannya dengan hidangan ayam kalkun.
0 comments:
Post a Comment