Benda pemuas kebutuhan diciptakan atau diproduksi oleh manusia untuk tujuan tertentu. Dengan kata lain, setiap benda pemuas kebutuhan pasti mempunyai nilai guna atau manfaat. Dalam Bahasa Inggris kegunaan ini disebut dengan utility, yang kalau diistilahkan menurut Bahasa Indonesia menjadi utilitas.
Pada dasarnya, semua benda pemuas kebutuhan manusia berasal dari alam, karena yang menyediakan semua bahan bakunya adalah alam. Manusia selalu berusaha untuk mencari dan mengumpulkan bahan baku yang dibutuhkannya dari alam. Pada umumnya, nilai guna dari bahan baku yang masih mentah tersebut rendah, dan oleh karena itu manusia harus berusaha lagi untuk meningkatkan nilai gunanya dengan berbagai cara.
Usaha untuk meningkatkan nilai guna, tidak hanya dilakukan pada bahan mentah atau barang setengah jadi, namun juga dilakukan terhadap barang jadi. Sebagai contoh, produsen mobil akan selalu berusaha untuk memproduksi mobil yang lebih cepat, lebih aman, dan lebih nyaman, untuk memuaskan konsumennya. Selain itu juga diciptakan mobil dengan berbagai tipe dan variasi untuk segala macam kebutuhan, kondisi alam, serta selera.
Kegunaan benda pemuas kebutuhan secara umum dapat digolongkan menjadi 4 macam sebagai berikut
- Kegunaan Bentuk (Form Utility). Peningkatan kegunaan dari suatu benda antara lain dapat disebabkan oleh perubahan bentuknya. Sebagai contoh, nilai guna dari sebuah lempengan besi relatif rendah, namun kalau lempengan besi tersebut ditempa dan diubah bentuknya menjadi sebatang pipa atau sebilah pisau, maka nilai gunanya akan menjadi lebih besar. Begitu pula dengan kayu yang masih berbentuk sebatang pohon akan meningkat kegunaannya bila diubah menjadi meja, kursi, atau lemari.
- Kegunaan Tempat (Place Utility). Pertambahan kegunaan dari suatu benda antara lain dapat karena dipindahkan dari suatu tempat ke tempat lain. Sebagai contoh, sebuah mantel yang tebal tidak banyak gunanya jika dipakai di daerah tropis atau panas, namun bila dipakai di daerah dingin maka akan lebih terasa manfaatnya. Sebuah kapal tidak begitu berguna bila berada di tengah kota atau padang pasir, tetapi akan 1 sangat berguna bila dipakai di laut untuk berlayar.
- Kegunaan Waktu (Time Utility). Kegunaan suatu benda 1 bertambah jika benda itu dipakai pada waktu-waktu yang tepat dan sesuai dengan manfaat benda tersebut. Sebagai contoh, payung akan lebih berguna jika dipakai pada waktu hujan atau saat hari terik. Begitu juga dengan obat flu yang hanya akan berguna bila diminum pada waktu kita sakit flu. Di luar waktu tersebut, benda itu kurang berguna.
- Kegunaan Kepemilikan (Ownership Utility). Kegunaan suatu benda baru terasa bila telah ada pemiliknya, atau dimiliki; oleh konsumen yang tepat. Sebuah tanah yang kosong dan terbengkalai tidak akan memiliki manfaat. Tanah tersebuti baru membawa manfaat bila dimiliki dan diolah oleh manusia yang bisa mengolah tanah tersebut. Di tangan seorang supir atau dokter yang tidak bisa mengelola tanah, tanah itu tetap tidak ada gunanya. Begitu juga dalam hal jasa. Biro jasa, pembuat SIM tidak ada gunanya bagi anak kecil, namun memiliki banyak manfaat bagi orang yang ingin membuat SIM.
Untuk menciptakan kesejahteraan setinggi mungkin maka semua sumber daya yang dimiliki haruslah dikelola dan dialokasikan dengan cara yang sebaik dan seefisien mungkin. Meskipun demikian, hal itu tidaklah mudah. Sebagaimana kita ketahui sumber daya memiliki sifat terbatas. Oleh karena itu, pemanfaatan sumber daya tersebut harus selalu dilakukan dengan mempertimbangkan apakah pengalokasiannya membawa manfaat bagi masyarakat.
Intisari pengalokasian sumber daya adalah efisiensi dan pemerataan. Efisiensi menunjuk pada kondisi ideal ketika suatu masyarakat dapat memperoleh hasil atau manfaat maksimal dari penggunaan segenap sumber daya yang langka. Sementara pemerataan menunjuk pada kondisi ideal ketika penggunaan sumber daya yang langka terbagikan secara adil di antara segenap warga masyarakat. Efisiensi dan pemerataan dapat bertentangan apabila keduanya ingin sekaligus. Di sinilah peran penting pemerintah dalam menggariskan kebijakan ekonomi dengan memprioritaskan yang satu tanpa mengorbankan yang lain.
0 comments:
Post a Comment