Monday, 24 March 2014

Berbagai Macam Kebutuhan

Posted by de Fairest at 02:28
Kebutuhan diungkapkan bukan dengan minat atau angan-angan saja. Tolok ukur suatu kebutuhan sifatnya konkret, yakni kemampuan untuk benar-benar membeli barang ataupun jasa yang dibutuhkan. Seorang ibu rumah tangga yang tertarik suatu alat masak listrik karena iklan majalah belum bisa disebut kebutuhan. Barulah ketika sang ibu menghitung-hitung berapa uang yang harus dibelanjakan, apakah cash atau kredit, kapan dan di mana memperolehnya, maka dapat disebut sebagai kebutuhan.

Tampak dalam tolok ukur itu ada unsur pengorbanan (dalam hal ini jumlah uang yang harus dibelanjakan) dalam kebutuhan.
Dari tolok ukur itu pula dapat disimpulkan bahwa kebutuhan menjadi dasar dari semua kegiatan ekonomi.

Kebutuhan manusia yang sangat banyak tersebut pada dasarnya dapat digolongkan ke dalam empat kerompok menurut tolok ukur.

■ Intensitas Kegunaan. Kebutuhan menurut tolok ukur ini dapat dibedakan menjadi sebagai berikut.
  1. Kebutuhan Mutlak. Makan, minum, dan udara adalah kebutuhan mutlak, atau dengan kata lain, mau tidak mau harus dipenuhi oleh setiap manusia dan tidak mungkin ditinggalkan. Kalau kebutuhan ini tidak terpenuhi, manusia akan mati.
  2. Kebutuhan Primer. Kebutuhan ini harus dipenuhi oleh manusia yang menginginkan hidup layak. Kata primer berasal dari Bahasa Latin primus, yang berarti pertama. Jadi kebutuhan primer adalah kebutuhan pertama atau utama dan tingkatnya adalah setelah kebutuhan mutlak dan sebelum kebutuhan sekunder. Macam-macam kebutuhan primer antara lain: makanan, minuman, pakaian, rumah, kesehatan, dan pendidikan.
  3. Kebutuhan Sekunder. Kata sekunder berasal dari Bahasa Latin secundus, yang artinya "kedua". Kebutuhan ini timbul setelah kebutuhan primer terpenuhi. Kebutuhan ini berbeda antara orang yang satu dengan orang lainnya. Sebagai contoh, mobil bagi orang yang berpenghasilan tinggi adalah kebutuhan sekunder, tetapi bagi orang yang berpenghasilan rendah mobil merupakan barang mewah.
  4. Kebutuhan Tersier. Tersier berasal dari Bahasa Latin tertius, yang artinya "ketiga". Jadi, tingkat pemenuhannya adalah setelah kebutuhan primer dan sekunder terpenuhi. Cara penafsiran kebutuhan tersier ini sama seperti kebutuhan sekunder. Seseorang menganggap barang tertentu sebagai kebutuhan tersier sementara orang lain tidak. Meskipun demikian, kebutuhan ini lebih cenderung mengarah kepada baranil barang yang sangat mewah seperti berlian, kapal pesiar, rumah mewah, grand piano, lukisan van Gogh atau Rembrandt, dan sebagainya. Kebutuhan tersier ini biasanya lebih ditujukan. untuk menunjukkan status sosial atau prestise seseoraing di mata masyarakat.

    Waktu. Kebutuhan menurut tolok ukur ini dapat dibedakan menjadi sebagai berikut.
  1. Kebutuhan Sekarang. Kebutuhan ini harus dipenuhi sekarang juga dan tidak dapat ditunda. Contoh kebutuhan sekarang antara lain adalah obat bagi orang sakit, makanan bagi orang kelaparan, dan minuman bagi orang kehausan.
  2. Kebutuhan Masa yang Akan Datang. Kebutuhan ini dapat dilakukan di kemudian hari dan dapat ditunda karena tidak mendesak. Jadi pemenuhan kebutuhan ini berupa persediaan atau persiapan. Contoh kebutuhan untuk masa yang akan datang antara lain menabung, membeli payung di musim panas, dan sebagainya.
Sifat. Kebutuhan menurut tolok ukur ini dapat dibedakan menjadi sebagai berikut.
  1. Kebutuhan Jasmani. Kebutuhan yang berhubungan dengan jasmani atau fisik antara lain menjaga penampilan dan kesehatan. Misalnya dengan berolah raga, mengkonsumsi makanan dan minuman yang sehat, beristirahat yang cukup, dan sebagainya.
  2. Kebutuhan Rohani. Kebutuhan yang bersifat rohani, berhubungan dengan kesehatan jiwa antara lain beribadah menurut agama, bersosialisasi, rekreasi dan hiburan, menikmati, dan melakukan aktivitas seni, dan sebagainya.
Subyek. Kebutuhan menurut tolok ukur ini dapat dibuat menjadi sebagai berikut.
  1. Kebutuhan Individual. Kebutuhan ini merupakan kebutuhan perseorangan atau individu. Kebutuhan ini berbeda antara orang yang satu dengan orang lainnya. Misalnya, seorang sekretaris membutuhkan alat tulis, komputer, telepon, dan sebagainya, sementara seorang tukang kayu membutuhkan gergaji, paku, dan palu untuk melakukan pekerjaannya.
  2. Kebutuhan Kolektif. Kebutuhan kolektif adalah kebutuhan bersama dalam suatu masyarakat yang dimanfaatkan untuk kepetingan bersama. Misalnya jalan, jembatan, rumah sakit, tempat rekreasi, dan sebagainya.

0 comments:

Post a Comment

 

de Social Copyright © 2012 Design by Antonia Sundrani Vinte e poucos