Saturday, 29 March 2014

Kelangkaan

Posted by de Fairest at 04:40
Ketika mendengar kata kelangkaan, gambar apa yang melintas dalam benakmu? Hewan langka yang perlu dilindungi? Atau ibu-ibu mengantri minyak tanah ketika minyak tanah mendadak hilang di pasaran? Keduanya tidak salah.

Antrian ibu-ibu membeli minyak tanah sebenarnya merupakan salah satu contoh dari dua konsep kelangkaan. Kelangkaan sumber daya menurut ilmu ekonomi dapat dirumuskan dengan dua cara berbeda sebagai berikut.
  1. Terbatas, dalam artian tidak cukup dibandingkan dengan banyaknya kebutuhan manusia. Sebagaimana telah kita bahas di atas, meningkatnya peradaban manusia mengakibatkan kebutuhan hidup manusia meningkat pula. Manusia tidak hanya membutuhkan makan dan minum saja, tetapi juga membutuhkan pakaian, perumahan, teknologi, dan sebagainya. Pada akhirnya kebutuhan itu akan selalu bertambah tanpa kenal batas (untimited). Namun sayang, benda-benda yang tersedia di dunia ini jumlahnya terbatas (Limited), terlalu sedikit untuk memenuhi semua kebutuhan manusia yang tidak terbatas itu. Sebagai akibatnya, terjadilah kelangkaan
  2. Terbatas dalam arti, manusia harus melakukan pengorbanan untuk memperolehnya. Kalau kita menginginkan makanan, kita harus mengeluarkan uang. Uang yang telah kita belikan makanan itu tidak bisa lagi kita gunakan untuk membeli barang lain. Inilah yang dikatakan sebagai pengorbanan.
Kelangkaan berarti masyarakat hanya mempunyai sumber daya terbatas sehingga tidak dapat menyediakan semua barang dan jasa sebanyak yang dibutuhkan (lihat Peraga 1.5). Sama seperti suatu keluarga yang tidak sanggup memenuhi semua kebutuhan ayah, ibu, dan anak, demikian pula masyarakat terhadap kebutuhan para warganya. Menghadapi kelangkaan inilah, pengelolaan sumber daya yang nyata-nyata terbatas itu menjadi sangat penting.

Dalam menghadapi masalah kelangkaan, ilmu ekonomi berperan penting. Ilmu ekonomi pada dasarnya merupakan studi tentang bagaimana masyarakat mengelola beragam sumber daya yang terbatas. Ilmu ekonomi membantu masyarakat untuk secara bijak dan relevan mengelola sumber daya terbatas untuk memenuhi kebutuhan warganya.

0 comments:

Post a Comment

 

de Social Copyright © 2012 Design by Antonia Sundrani Vinte e poucos